...:" Selamat Datang Di BlogQ ":... ...:"Welcome to My Blog ":...

Kamis, 22 Januari 2009

Twinning (kelahiran kembar)

Kembar adalah dua keturunan (anak) yang dihasilkan dari satu kehamilan. Istilah kembar terutama menunjuk kepada dua individu yang membagi uterus yang sama, tetapi tidak selalu dilahirkan pada hari yang sama. Jenis kelaminnya bisa sama atau berbeda satu sama lain. Kembar bisa monozigotik (MZ, identik) atau dizigotik (DZ, fraternal), dimana masing-masing merupakan individu yang unik.


Yoruba adalah suku terbesar di Afrika barat yang memiliki angka tertinggi di dunia untuk kelahiran kembar. Terdapat 45 kembar per 1000 kelahiran. Beberapa peneliti mengklaim terjadinya kasus ini disebabkan tingginya konsumsi sejenis Yam, Dioscorea rotunda atau White yam. White yam memproduksi hormone fitoestrogen alami yang menstimulasi indung telur untuk memproduksi sel telur dari tiap sisinya.

Jenis-jenis kembar:
1.Kembar fraternal (dizigotik)
Kembar fraternal (non-identik) biasanya terjadi ketika dua telur terfertilisasi pada dinding uterus pada saat bersamaan. Kedua telur ini membentuk 2 zigot, yang kemudian disebut dizigotik. Kembar DZ tidak lebih mirip secara genetik dan berkembang dalam amnion dan plasenta terpisah. Mereka dapat memiliki jenis kelamin yang sama atau bebrbeda, namun kembar yang berbeda kelamin hampir selalu merupakan kembar fraternal. Studi menjelaskan bahwa kelahiran kembar DZ adalah genetic (keturunan). Di Jepang kelahiran kembar dizigotik rata-rata 6/1000 kelahiran (sama dengan angka kelahiran kembar MZ). Di beberapa negara Afrika mencapai 14/1000 kelahiran. Kembar DZ juga banyak muncul pada ibu-ibu hamil yang berusia tua. Pada wanita di atas usia 35 tahun angka kelahiran kembar juga meningkat.

2.Kembar Identik (monozigotik)
Terjadi ketika sel telur tunggal difertilisasi untuk membentuk 1 zigot (monozigotik), namun kemudian zigot tersebut terpisah menjadi embrio yang berbeda. Selanjutnya kedua embrio berkembang menjadi fetus yang membagi rahim yang sama, tergantung tahapan terpisahnya zigot. Kembar identik dapat membagi amnion yang sama (monoamniotik) atau tidak dapat (diamniotik). Kembar identik diamniotik dapat membagi plasenta yang sama (monochorionic) atau tidak dapat (diochorionik). Seluruh kembar monoamnionik adalah monochorionic. Membagi amnion yang sama (atau amnion dan plasenta yang sama) dapat menyebabkan komplikasi dalam kelahiran. Contohnya “umbilical cord” dari kembar monoamniotik dapat mengurangi atau mengganggu penyaluran darah ke fetus yang berkembang.

Ada 5 variasi kelahiran kembar, 3 dari 5 variasi tersebut adalah dizigotik:
Ø Kembar laki-laki & perempuan (paling umum). Variasi ini sekitar 40% dari semua kelahiran kembar.
Ø Kembar perempuan dizigotik (kadang disebut kembar sororal)
Ø Kembar laki-laki dizigotik
Ø Kembar perempuan monozigotik
Ø Kembar laki-laki monozigotik (paling sedikit).

Kamis, 15 Januari 2009

Style Wanita Yang Tidak Disukai Pria

Sebagian wanita berfikir pakaian yang sexy dan menarik perhatian pria adalah baju yang terbuka. Tetapi itu salah besar karena tidak semua pria berfikir seperti itu, ada beberapa kriteria pria melihat seorang wanita sexy. Sebagai wanita boleh saja memilih gaya berpakaian tetapi bukan sekedar untuk memanjakan diri atau memperkuat karakter pribadi. Ada kalanya wanita selalu berfikir berlebihan untuk gaya berpakaian agar dilirik atau dipuji oleh pria. Memilih busana yang paling oke lalu merias wajahnya dengan mengikuti anjuran penata rias disalon. Semua kegiatan itu semata-mata hanya ingin mendapatkan sebuah penampilan yang menebar pesona dan ujung-ujungnya ingin menarik perhatian kaum pria.

Memang kaum wanita paling suka di perhatikan dan dipuji oleh kaum pria. Dari semua itu banyak wanita salah pengertian soal penampilan. Beberapa wanita menghadiri pesta sengaja memilih gaun dengan memperlihatkan setengah dadanya dan pakaian yang ketat sehingga membentuk tubuhnya agar terlihat sexy dan mendapat pujian.Tetapi apakah mereka sudah mencocokan dan menyesuaikan bentuk badannya sebelum mereka memilih gaun tersebut? Karena jika tidak menyesuaikan dengan postur tubuh kita yang ada akan menjadi terlihat aneh. Apa lagi dengan make-up yang tidak sesuai dengan warna kulit dan pakaian sehingga menjadi mencolok mata.Karena konon katanya pria suka dengan wanita yang sexy sehingga mudah jatuh cinta, maka dari itu kaum wanita memilih pakaian yang sexy tanpa memperdulikan bentuk tubuh mereka agar dibilang sexy oleh kaum pria. Ternyata sampai anda pulang dari pesta tak satupun pria melirik anda dan memuji. Rupanya banyak pria yang berfikir berkali-kali untuk memalingkan mukanya dan mendekati wanita bergaun terbuka yang tidak sesuai.

Dalam pandangan pria penampilan sexy itu justru datang dari gaya pakaian yang tidak disangka, enak dilihat, sesuai dengan postur tubuh. Karena kaum pria tidak suka dengan wanita perpakaian yang tidak sesuai dengan bentuk badannya, salah berpakaian disebuah acara, memakai baju tanpa lengan tetapi ketiaknya hitam. Wanita yang berpakaian norak atau terlalu menarik perhatian sehingga aneh dilihat, baju yang serba tanggung, memakai baju terbuka dan terlalu vulgar tetapi tidak sesuai dengan tempat sehingga membuat pria menjadi terganggu. Pakain sexy, gaun sexy bukan berarti sexy di mata pria. Semua itu tergantung kaum wanita memilih pakaian yang sesuai dan tidak berlebih. Oleh karena itu kenali dahulu bentuk tubuh kita dan sesuaikan gaun atau baju yang ingin anda pakai sehingga bisa menutupi kekurangan pada tubuh anda. Dengan begitu penampilan anda jauh lebih baik dari sebelumnya.

Selasa, 30 Desember 2008

Hari Ibu di IPH

Hari ibu adalah hari yang diperingati untuk mengenang jasa-jasa/ peran seorang ibu dalam keluarganya baik untuk suami, anak-anaknya maupun lingkungan sosialnya. Di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 desember, yang bertepatan dengan hari lahirnya Seorang pahlawan nasional wanita, yaitu Dewi sartika. Tentu saja Darmawanita (DW) di lingkungan tempat kerjaku sehari-hari juga memperingati hari istimewa kaum Ibu ini. Tanggal 19 Desember Darmawanita di Lingkungan Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI merayakan momen ini dengan mengadakan perlombaan-perlombaan seperti: memakai kerudung, membuat resep masakan dan pidato. Acara diadakan di PUSLIT Biologi Cibinong Science centers (CSC). Adapun peserta yang berpartisipasi adalah semua PUSLIT/UPT yang berada di bawah kedeputian IPH, yaitu: PUSLIT Bioteknologi, Puslit Biologi, PUSLIT Limnologi, UPT Biomaterial, UPT Kebun Raya Bogor dan UPT kebun Raya Cibodas. Acara dimulai tepat pukul 09.00 pagi dan berakhir sekitar pukul 13.30 siang.
Dunia Ibu-ibu ternyata penuh dengan kehebohan dan kecerian juga, meski telah berusia lanjut, banyak dari mereka yang masih bersemangat memeriahkan acara hiburan dengan menyanyi bahkan berjodged ria. Buatku ini benar-benar momen yang cukup menarik dan menghibur. Apalagi kesempatan ini adalah kali pertamanya Aq, Anky dan mb Wardha berpartisipasi dalam acara darmawanita. Perwakilan DW Bioteknologi boleh berbangga hati karena di setiap ajang perlombaan wakil-wakilnya menggondol juara. Aq sendiri berhasil memperoleh juara I untuk lomba memakai kerudung, sedangkan mb Wardha juara II. Untuk lomba pidato Juara I & II diraih oleh Bu Syahruddin Dan Bu Toto. Juara II membuat resep masakan diraih oleh Bu sukardi. Sebagai ketua DW bioteknologi LIPI, Bu KAPUSLIT turut senang karena peserta yang dipilih lansung beliau bisa memenangkan pertandingan-pertandingan. Meski terkesan sederhana, yang penting ada semangat kebersamaan & keseriusan dalam mengisi momen berharga kaum wanita Indonesia ini.

Senin, 29 Desember 2008

Bunda Selalu Tahu

Di detik pertama saya melihat dunia, Bunda tahu bahwa saya sangat ketakutan mendapati dunia yang berbeda dari kehidupan indah sebelumnya di dalam rahim Bunda. Saya menangis sekuat-kuatnya untuk menunjukkan bahwa saya benar-benar takut dan takkan mampu hidup sendiri dalam kondisi yang sangat lemah. Tapi ketika itu pula, Bunda tahu ketakutan yang saya rasakan. Ia merapatkan tubuh ini ke tubuhnya, menyodorkan air murni kehidupan dan mengusapkan jari lembutnya di punggung kecil ini. Hangat kecupnya terasa di kening seraya berucap, "Jangan takut nak, Bunda kan selalu menemanimu sampai kapan pun"

Tangisan pertama saya, mungkin agak asing untuk telinga Bunda. Tapi Bunda cerdas luar biasa, hanya perlu waktu beberapa saat saja untuk bisa memahami seribu bahasa yang keluar dari mulut mungil saya. Ketika tiba-tiba Bunda mampu membaca bibir saya dan berkata, “Oooh, haus ya sayang… “ dan di tangisan lain Bunda menerjemahkan lain pula, “sakit ya nak, mana yang sakit? tangannya? Sini Bunda usap-usap ya…”



Setiap tengah malam, saya menangis, kadang karena haus, lapar atau karena tidak betah usai buang air kecil. Tak pernah Bunda mengeluh, apalagi melanjutkan tidurnya tak peduli. Secepat kilat ia bangun, mengganti popok, membersihkan kotoran saya, atau menyusui saya yang kehausan. Baru setengah jam Bunda terpejam, saya menangis lagi, kali ini karena nyamuk yang mengganggu. Bunda tahu itu, sesungguhnya ia tak pernah benar-benar terlelap. Antara sadar dan tidak, Bunda pasti terbangun setiap kali lenguhan si kecil ini terdengar seraya sigap memberi apapun yang diinginkan.



Tak hanya ketika bayi, Bunda menemani saya tidur hingga waktu-waktu saya menjelang remaja. Bunda tahu betul, saya selalu rindu tidur di sisi bunda karena ingin mendengarkan dongeng seperti dulu, atau sekadar merasakan hangatnya usapan lembut jari Bunda di punggung. Kemudian nyanyian merdu Bunda mengiringi jiwa yang terbang ke alam mimpi. Tak semerdu biduanita terkenal memang, tapi kasih yang menyertainya membuat suara Bunda jauh lebih indah di hati.



Lagu favorit saya adalah "Bintang Kecil", karena Bunda menyanyikannya sambil memproklamirkan bahwa sayalah bintang kecil itu, yang tak hanya bercahaya di malam hari, namun selalu menjadi cahaya di dalam hati Bunda. Saya juga suka lagu "Pelangi" sebab kata Bunda, memiliki saya sebagai anaknya jauh lebih indah dari pelangi manapun yang pernah dilihatnya. Satu lagi lagu kesukaan saya, terutama pada kalimat pinta, "ambilkan bulan bu…”, kata Bunda, tak hanya bulan, apapun yang saya minta akan diambilkan.



Saat saya masih suka pipis di celana, Bunda tak pernah marah. Ia tahu saya sudah cukup merasa malu, dan tak ingin menambah penderitaan dengan omelannya. Ia hanya menuntun tangan kecil ini sambil menunjukkan tempat pipis yang sebenarnya. Saat harus membersihkan bekas buang air kecil atau kotoran yang bau nan menjijikkan, kadang ia tengah asik menikmati santapan pagi, siang maupun malam. Dengan senyum terindah, ia tinggalkan makannya untuk sesaat membersihkan saya.



Kalau Bunda senyum saat saya mendapat nilai sempurna di sekolah, itu biasa. Namun senyum yang sama terukir di bibirnya ketika nilai saya jeblok,benar-benar membuat saya merasa berjalan di atas awan. Bunda tahu, marah karena nilai jelek yang saya dapatkan tidak akan membenahi keadaan. Senyumnya justru memberi saya arti bahwa ia tetap bangga terhadap anaknya dalam kondisi apapun. Dan karena itulah, saya berjanji untuk senantiasa memberi nilai setimpal untuk senyum indahnya itu.



Saya pernah sakit, berhari-hari sampai tidak mau makan dan minum. Bunda sedih, meski yang sakit anaknya, tapi ia lebih menderita dari siapapun di dunia ketika itu. Bunda tahu, saat anaknya sakit maka ia akan merasa dirinya lah yang sakit. Karena anak adalah buah hatinya, mutiara jiwanya. Maka jika sakit buah hatinya, sakit pula dirinya secara menyeluruh. Jika sakit mutiara jiwanya, sakit pula tubuh keseluruhannya.


Pada akhirnya, ketika saya memutuskan untuk menikah. Bunda menangis, akan ada orang lain yang mengisi hati ini untuk dicinta selain dirinya. Meski demikian, Bunda tahu bahwa saya tetap selalu mencintainya lebih dari apapun. Bunda tahu ia takkan kehilangan diri ini meski harus berjauhan dan tak lagi tinggal serumah. Meski pada akhirnya ia benar-benar merasa kehilangan, ia tetap pada keyakinannya, anak-anak akan kembali padanya.


Bunda benar, saya merasa takkan pernah bisa berdiri tanpa Bunda, sebab Bunda lah yang pertama kali melihat saya belajar berdiri. Sejauh saya melangkah, kemana pun saya pergi, Bunda lah yang memulainya dengan mengajari saya cara berjalan. Sehebat-hebatnya saya menjadi pembicara dalam berbagai kesempatan, kata pertama dari mulut ini Bunda juga yang mengajarinya. bahkan, jauh sebelum saya melihat keindahan berbagai penjuru dunia, senyum Bunda pula yang pertama kali saya lihat. Seelok apapun makhluk yang saya temui di dunia, saya lebih dulu melihat wajah mulia Bunda.


Kini, walau anak-anak jarang berkunjung, kerap lupa menelepon sekadar untuk menanyakan kabar, Bunda tahu bukan karena anak-anak tak lagi mencintai. Bahkan tanpa memberi tahu, Bunda selalu yakin anak-anaknya dalam keadaan baik-baik saja, karena itulah yang tak pernah lupa ia panjatkan dalam doa di sujud malamnya.


Maaf Bunda, karena sekarang justru saya yang sering lupa mencari tahu, apa Bunda baik-baik saja? Siapa yang memberi obat ketika Bunda sakit? Siapa yang menemani Bunda jalan-jalan sore, apa Bunda sudah makan malam …


Happy mothers day, mom

Minggu, 21 Desember 2008

The Queen of night (Part 2)


Sekali lagi Aq menyaksikan mekarnya Queen of night yang indah dan wangi, tepatnya pada malam hari tanggal 18 Desember 2008. Kalau kesempatan sebelumnya menyaksikan momen ini secara kebetulan, kali kedua ini Aq mengamati langsung mulai saat sang midnight flower masih berbentuk kuncup (tgl 8 Desember) sampai benar-benar mekar pada malam tanggal 18 Desember. Dari pengamatan tersebut Aq menarik kesimpulan bahwa dibutuhkan ± 10 hari sejak terbentuknya kuncup sampai benar-benar mekar menjadi sekuntum bunga.

Selasa, 16 Desember 2008

Ketika Kita Kehilangan

Skenario 1
Andaikan Anda sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, Anda berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi Anda untuk menggoyang-goyangkan kaki. Di tengah perjalanan, Anda dikejutkan oleh seseorang yang menepukbahuAnda. "Mas. Handphone mas barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik Anda. Apa yang akan Anda lakukan kepada orang tersebut? Mungkin Anda akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Andaikan Anda tidak sadar handphone Anda terjatuh, dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya. Orang itu tahu handphone itu milik Anda tetapi tidak langsung memberikannya kepada Anda. Hingga tiba saatnya Anda akan turun dari kereta. Sesaat sebelum Anda turun dari kereta, orang itu menepuk Anda dan menyodorkan handphone Anda sambil berkata "Mas. Handphone mas barusan jatuh nih." Apa yang akan Anda lakukan kepada orang tersebut? Mungkin Anda akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut, tetapi saya pikir rasa terima kasih yang Anda berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang Anda berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada Anda). Setelah itu mungkin Anda akan langsung turun dari kereta.
Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga. Pada skenario ini, Anda tidak sadar handphone Anda terjatuh, hingga Anda menyadari handphone Anda tidak ada di kantong Anda saat Anda sudah turun dari kereta. Anda pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone Anda, berharap ada orang baik yang menemukan handphone Anda dan bersedia mengembalikannya kepada Anda. Orang yang sejak tadi menemukan handphone Anda (namun tidak memberikannya kepada Anda) menjawab telepon Anda. "Halo, selamat siang mas. Saya pemilik handphone yang ada pada mas sekarang," kata Anda kepada orang yang sangat Anda harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada Anda. Gayung bersambut, orang yang menemukan handphone Anda berkata, "Oh, ini handphone mas ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar mas ambil di sana nanti ya." Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, Anda pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut. Orang itu pun memberikan handphone Anda yang telah hilang. Apa yang akan Anda lakukan pada orang tersebut? Satu hal yang pasti, Anda akan mengucapkan terima kasih, dan sepertinya akan lebih besar daripada rasa terima kasih Anda pada skenario kedua bukan? Bukan tidak mungkin kali ini Anda akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone Anda tersebut.

Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat. Pada skenario ini, Anda tidak sadar handphone Anda terjatuh, Anda turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone Anda telah hilang, Anda mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya Anda tiba di rumah. Malam harinya, Anda mencoba mengirimkan SMS: "Bapak/Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak/ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak/ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya." SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Anda sudah putus asa. Anda kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone Anda. Ada begitu banyak nomor telepon teman Anda yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone Anda menjawab SMS Anda, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut. Bagaimana kira-kira perasaan Anda? Tentunya Anda akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu. Anda pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone Anda. Apa yang akan Anda berikan kepada orang tersebut? Anda pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin Anda akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin Anda berikan di skenario ketiga). Moral Apa yang Anda dapatkan dari empat skenario cerita di atas? Pada keempat skenario tersebut, Anda sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya. Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada Anda. Anda berikan dia ucapan terima kasih. Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada Anda sesaat sebelum Anda turun dari kereta. Anda berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar. Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada Anda setelah Anda turun dari kereta. Anda berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah. Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada Anda. Anda berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar. Ada sebuah hal yang aneh di sini.
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik? Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada Anda, bukan? Dia adalah orang pada skenario pertama. Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas. Manakah orang yang paling tidak baik? Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat Anda menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone Anda tersebut selama itu. Namun, ternyata dia adalah orang yang akan Anda berikan reward paling besar. Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Anda memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, Anda berikan lebih sedikit. OK, kenapa bisa begitu? Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario. Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali. Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta. Pada skenario ketiga, Anda sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama Anda mendapatkan kelegaan dan harapan Anda akan mendapatkan handphone Anda kembali. Pada skenario keempat, Anda sangat merasakan kehilangan itu. Anda mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone Anda, asalkan handphone itu bisa kembali kepada Anda. Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan Anda semakin menghargai handphone yang Anda miliki. Saat ini, adakah sesuatu yang kurang Anda syukuri? Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain. Ada satu cara yang benar-benar ampuh yang bisa dilakukan Tuhan untuk membuat kita mensyukuri sesuatu yang mungkin kita anggap biasa itu. Bagaimana? Dengan mengambilnya dari kita, hingga kita merasakan kehilangan. Saat itulah, kita akan mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut. Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur? Saya rasa sebaiknya tidak. Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada. Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah diambil dari kita.

Minggu, 14 Desember 2008

Happy wedding, Ami.......

Kala cinta bertasbih

Bila cinta datang Burung-burung dara, riang senandungkan lagu

Bulir-bulir padi menguning terkelupas dari kulitnya

Para pujangga hikmat lantunkan syair-syair indah nan syahdu

Tunas-tunas cinta mengakar, membalut sakral amanat suci

Untaian tasbih, mengalun agungkan asma Illahi

Sunah rasul berpijar terang sinari istana hati Merdu nan damai,

dua tangan bertaut dalam ikrar dan janji …Dengan ijin Tuhanmu,Tuhan dari segala Tuhannya umat…Disana…Ditingginya langit, Ribuan malaikat sebagai saksi Awal dibangunnya istana cinta…Dengan keharuman taman martabatnya,

Cinta bertasbih alunkan janji hatiBiar saat subur merinai,

Atau bahkan kala tanah mengering ara, Disanalah hakikat insan diuji dalam mengemban amanat suci, hingga rumah kau rasakan sebagai istana cintamu dalam keutuhan ikrar cinta sehidup semati.
sumber @ lifespirit 8 April 2008

"Happy wedding to Aminah & Bambang" ( 14 Desember 2008)
Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah & warrohmah, amin.......