Dunia Ibu-ibu ternyata penuh dengan kehebohan dan kecerian juga, meski telah berusia lanjut, banyak dari mereka yang masih bersemangat memeriahkan acara hiburan dengan menyanyi bahkan berjodged ria. Buatku ini benar-benar momen yang cukup menarik dan menghibur. Apalagi kesempatan ini adalah kali pertamanya Aq, Anky dan mb Wardha berpartisipasi dalam acara darmawanita. Perwakilan DW Bioteknologi boleh berbangga hati karena di setiap ajang perlombaan wakil-wakilnya menggondol juara. Aq sendiri berhasil memperoleh juara I untuk lomba memakai kerudung, sedangkan mb Wardha juara II. Untuk lomba pidato Juara I & II diraih oleh Bu Syahruddin Dan Bu Toto. Juara II membuat resep masakan diraih oleh Bu sukardi. Sebagai ketua DW bioteknologi LIPI, Bu KAPUSLIT turut senang karena peserta yang dipilih lansung beliau bisa memenangkan pertandingan-pertandingan. Meski terkesan sederhana, yang penting ada semangat kebersamaan & keseriusan dalam mengisi momen berharga kaum wanita Indonesia ini.
Selasa, 30 Desember 2008
Hari Ibu di IPH
Dunia Ibu-ibu ternyata penuh dengan kehebohan dan kecerian juga, meski telah berusia lanjut, banyak dari mereka yang masih bersemangat memeriahkan acara hiburan dengan menyanyi bahkan berjodged ria. Buatku ini benar-benar momen yang cukup menarik dan menghibur. Apalagi kesempatan ini adalah kali pertamanya Aq, Anky dan mb Wardha berpartisipasi dalam acara darmawanita. Perwakilan DW Bioteknologi boleh berbangga hati karena di setiap ajang perlombaan wakil-wakilnya menggondol juara. Aq sendiri berhasil memperoleh juara I untuk lomba memakai kerudung, sedangkan mb Wardha juara II. Untuk lomba pidato Juara I & II diraih oleh Bu Syahruddin Dan Bu Toto. Juara II membuat resep masakan diraih oleh Bu sukardi. Sebagai ketua DW bioteknologi LIPI, Bu KAPUSLIT turut senang karena peserta yang dipilih lansung beliau bisa memenangkan pertandingan-pertandingan. Meski terkesan sederhana, yang penting ada semangat kebersamaan & keseriusan dalam mengisi momen berharga kaum wanita Indonesia ini.
Senin, 29 Desember 2008
Bunda Selalu Tahu
Tangisan pertama saya, mungkin agak asing untuk telinga Bunda. Tapi Bunda cerdas luar biasa, hanya perlu waktu beberapa saat saja untuk bisa memahami seribu bahasa yang keluar dari mulut mungil saya. Ketika tiba-tiba Bunda mampu membaca bibir saya dan berkata, “Oooh, haus ya sayang… “ dan di tangisan lain Bunda menerjemahkan lain pula, “sakit ya nak, mana yang sakit? tangannya? Sini Bunda usap-usap ya…”
Setiap tengah malam, saya menangis, kadang karena haus, lapar atau karena tidak betah usai buang air kecil. Tak pernah Bunda mengeluh, apalagi melanjutkan tidurnya tak peduli. Secepat kilat ia bangun, mengganti popok, membersihkan kotoran saya, atau menyusui saya yang kehausan. Baru setengah jam Bunda terpejam, saya menangis lagi, kali ini karena nyamuk yang mengganggu. Bunda tahu itu, sesungguhnya ia tak pernah benar-benar terlelap. Antara sadar dan tidak, Bunda pasti terbangun setiap kali lenguhan si kecil ini terdengar seraya sigap memberi apapun yang diinginkan.
Tak hanya ketika bayi, Bunda menemani saya tidur hingga waktu-waktu saya menjelang remaja. Bunda tahu betul, saya selalu rindu tidur di sisi bunda karena ingin mendengarkan dongeng seperti dulu, atau sekadar merasakan hangatnya usapan lembut jari Bunda di punggung. Kemudian nyanyian merdu Bunda mengiringi jiwa yang terbang ke alam mimpi. Tak semerdu biduanita terkenal memang, tapi kasih yang menyertainya membuat suara Bunda jauh lebih indah di hati.
Lagu favorit saya adalah "Bintang Kecil", karena Bunda menyanyikannya sambil memproklamirkan bahwa sayalah bintang kecil itu, yang tak hanya bercahaya di malam hari, namun selalu menjadi cahaya di dalam hati Bunda. Saya juga suka lagu "Pelangi" sebab kata Bunda, memiliki saya sebagai anaknya jauh lebih indah dari pelangi manapun yang pernah dilihatnya. Satu lagi lagu kesukaan saya, terutama pada kalimat pinta, "ambilkan bulan bu…”, kata Bunda, tak hanya bulan, apapun yang saya minta akan diambilkan.
Saat saya masih suka pipis di celana, Bunda tak pernah marah. Ia tahu saya sudah cukup merasa malu, dan tak ingin menambah penderitaan dengan omelannya. Ia hanya menuntun tangan kecil ini sambil menunjukkan tempat pipis yang sebenarnya. Saat harus membersihkan bekas buang air kecil atau kotoran yang bau nan menjijikkan, kadang ia tengah asik menikmati santapan pagi, siang maupun malam. Dengan senyum terindah, ia tinggalkan makannya untuk sesaat membersihkan saya.
Kalau Bunda senyum saat saya mendapat nilai sempurna di sekolah, itu biasa. Namun senyum yang sama terukir di bibirnya ketika nilai saya jeblok,benar-benar membuat saya merasa berjalan di atas awan. Bunda tahu, marah karena nilai jelek yang saya dapatkan tidak akan membenahi keadaan. Senyumnya justru memberi saya arti bahwa ia tetap bangga terhadap anaknya dalam kondisi apapun. Dan karena itulah, saya berjanji untuk senantiasa memberi nilai setimpal untuk senyum indahnya itu.
Saya pernah sakit, berhari-hari sampai tidak mau makan dan minum. Bunda sedih, meski yang sakit anaknya, tapi ia lebih menderita dari siapapun di dunia ketika itu. Bunda tahu, saat anaknya sakit maka ia akan merasa dirinya lah yang sakit. Karena anak adalah buah hatinya, mutiara jiwanya. Maka jika sakit buah hatinya, sakit pula dirinya secara menyeluruh. Jika sakit mutiara jiwanya, sakit pula tubuh keseluruhannya.
Pada akhirnya, ketika saya memutuskan untuk menikah. Bunda menangis, akan ada orang lain yang mengisi hati ini untuk dicinta selain dirinya. Meski demikian, Bunda tahu bahwa saya tetap selalu mencintainya lebih dari apapun. Bunda tahu ia takkan kehilangan diri ini meski harus berjauhan dan tak lagi tinggal serumah. Meski pada akhirnya ia benar-benar merasa kehilangan, ia tetap pada keyakinannya, anak-anak akan kembali padanya.
Bunda benar, saya merasa takkan pernah bisa berdiri tanpa Bunda, sebab Bunda lah yang pertama kali melihat saya belajar berdiri. Sejauh saya melangkah, kemana pun saya pergi, Bunda lah yang memulainya dengan mengajari saya cara berjalan. Sehebat-hebatnya saya menjadi pembicara dalam berbagai kesempatan, kata pertama dari mulut ini Bunda juga yang mengajarinya. bahkan, jauh sebelum saya melihat keindahan berbagai penjuru dunia, senyum Bunda pula yang pertama kali saya lihat. Seelok apapun makhluk yang saya temui di dunia, saya lebih dulu melihat wajah mulia Bunda.
Kini, walau anak-anak jarang berkunjung, kerap lupa menelepon sekadar untuk menanyakan kabar, Bunda tahu bukan karena anak-anak tak lagi mencintai. Bahkan tanpa memberi tahu, Bunda selalu yakin anak-anaknya dalam keadaan baik-baik saja, karena itulah yang tak pernah lupa ia panjatkan dalam doa di sujud malamnya.
Maaf Bunda, karena sekarang justru saya yang sering lupa mencari tahu, apa Bunda baik-baik saja? Siapa yang memberi obat ketika Bunda sakit? Siapa yang menemani Bunda jalan-jalan sore, apa Bunda sudah makan malam …
Happy mothers day, mom
Minggu, 21 Desember 2008
The Queen of night (Part 2)
Selasa, 16 Desember 2008
Ketika Kita Kehilangan
Andaikan Anda sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, Anda berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi Anda untuk menggoyang-goyangkan kaki. Di tengah perjalanan, Anda dikejutkan oleh seseorang yang menepukbahuAnda. "Mas. Handphone mas barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik Anda. Apa yang akan Anda lakukan kepada orang tersebut? Mungkin Anda akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.
Skenario 2
Skenario 4
Minggu, 14 Desember 2008
Happy wedding, Ami.......
Bila cinta datang Burung-burung dara, riang senandungkan lagu
Bulir-bulir padi menguning terkelupas dari kulitnya
Para pujangga hikmat lantunkan syair-syair indah nan syahdu
Tunas-tunas cinta mengakar, membalut sakral amanat suci
Untaian tasbih, mengalun agungkan asma Illahi
Sunah rasul berpijar terang sinari istana hati Merdu nan damai,
dua tangan bertaut dalam ikrar dan janji …Dengan ijin Tuhanmu,Tuhan dari segala Tuhannya umat…Disana…Ditingginya langit, Ribuan malaikat sebagai saksi Awal dibangunnya istana cinta…Dengan keharuman taman martabatnya,
Cinta bertasbih alunkan janji hatiBiar saat subur merinai,
Atau bahkan kala tanah mengering ara, Disanalah hakikat insan diuji dalam mengemban amanat suci, hingga rumah kau rasakan sebagai istana cintamu dalam keutuhan ikrar cinta sehidup semati.
sumber @ lifespirit 8 April 2008
"Happy wedding to Aminah & Bambang" ( 14 Desember 2008)
Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah & warrohmah, amin.......
Selasa, 09 Desember 2008
7 dont's after a meal
Jangan minum Teh - karena daun teh mengandung kandungan asam yang tinggi. kandungan ini akan menyebabkan kandungan protein pada makanan yang telah kita konsumsi sulit untuk dicerna.